Di balik senyumnya yang teduh, tersembunyi kisah yang tak semua orang mampu jalani. Ia bukan wanita biasa. Hari-harinya pernah dihiasi tawa seorang anak perempuan—satu-satunya putri yang menjadi pusat semesta hidupnya. Tapi semesta itu berubah seketika, saat kanker datang merenggut cahaya kecil itu dari pelukannya.
Kehilangan itu begitu dalam, begitu sunyi, hingga nyaris melumpuhkan segalanya. Ia pernah terdiam lama, larut dalam duka yang tak bernama. Hari-hari berlalu seperti bayangan, dan malam-malam dipenuhi tangis yang hanya diketahui bantal dan langit. Dunia terasa usang, dan hidup seolah tak lagi punya arah.
Namun dari kedalaman luka itulah, perlahan ia temukan cahaya. Bukan cahaya dari luar, tapi dari dalam dirinya sendiri—dari cinta yang tak padam untuk sang anak. Ia tahu, putrinya tak ingin ibunya tenggelam dalam kesedihan. Ia tahu, cinta yang sejati tak berhenti di batas kematian. Maka ia bangkit, bukan karena luka itu hilang, tetapi karena ia memilih untuk menjadikannya jalan.
Kini, ia berdiri bukan hanya sebagai ibu yang pernah kehilangan, tapi sebagai pelindung bagi banyak jiwa yang sedang berjuang melawan hal yang sama. Ia hadir di ruang-ruang perawatan, mendekap para pejuang kanker dengan pelukan dan pengertian yang hanya bisa datang dari hati yang pernah hancur.
Ia menjadi suara bagi yang terdiam, kekuatan bagi yang lemah, harapan bagi yang mulai putus asa. Ia bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga harapan. Bukan hanya hadir, tapi benar-benar memahami. Karena ia tahu bagaimana rasanya kehilangan. Ia tahu bagaimana rasanya takut, cemas, hancur.
Bagi banyak penderita kanker, ia bukan hanya sosok penolong. Ia adalah Dewi—bukan karena namanya, tetapi karena ketulusannya. Karena di setiap langkahnya, ia membawa cinta, kekuatan, dan secercah cahaya bagi yang hampir padam. Ia adalah bukti bahwa dari kehancuran bisa tumbuh harapan. Bahwa duka, jika dipeluk dan dipahami, bisa menjadi kekuatan luar biasa untuk menghidupkan orang lain.
Dan itulah dia—seorang wanita yang pernah jatuh sedalam-dalamnya, namun kini menjadi tempat berpijak bagi banyak hati yang hampir runtuh.
Keseharian Sang Dewi tidak terlepas dari donasi yang disalurkan kepada para pasien Leukemia dan keluarga pendamping yang membutuhkannya.





















Bagi para simpatisan, sahabat, dan keluarga yang tergerak untuk ikut berbagi kebaikan, kami membuka kesempatan donasi melalui:
Bank Mandiri
No. Rekening: 127 0000 9000 90
a.n. Yayasan Qalista Peduli Sesama
Setiap donasi yang Anda titipkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Mari terus berbuat baik.
Mari terus berbagi lebih.
Jangan pernah lelah untuk menebar kebaikan.
Susmertha Dewi Hara
Ketua Yayasan Qalista Peduli Sesama
Hubungi Kam di : 0812 8048 95
Artikel lain



